Agen Bola 855:Kindergarten

Agen Bola 855,商业三者险虽然也有所上涨,但是由于基数小,实际影响还好。  据了解,自2008年底建成运营以来,本市ETC得到了较快的发展,尤其在2014年实现了全国联网,进一步提升了ETC服务水平。  猜想4互联网慈善进入监管元年  相关部门加快网络慈善立法,监管能否取得实质性进展,值得期待  移动互联网时代,公益慈善打开了新大门,朝着精细化、全民化、广覆盖的趋势发展。湿地上到处是水草和芦苇,湿气袅袅,好像地面上飘起了云雾。

ca88会员登录,第三种是蓄意制造谣言的所谓‘职业打假人’。  随着上海进入全面控烟时代,近日前往“戒烟门诊”求助的烟民较以往明显增加,其增幅在20%左右。  支持并推动联合国安理会在打击网络恐怖主义国际合作问题上发挥重要作用。报告显示,上海、南京、苏州三地为新城控股住宅业务贡献了全年近一半的销售额,其中苏州公司更是首次实现了单城百亿的业绩。

澳门法老王娱乐场,按照新规,禁止吸烟场所所在单位违反条例规定的,可处以2000元至3万元罚款;个人在禁止吸烟场所吸烟且不听劝阻的,可处以50元至200元罚款。绿地的新格局、新动能亦将助力陕西加速转型。  120亿元“真金白银”的环保投入增量,成为去年上海环境质量改善的重要因素之一。“中国公众满意十佳律师服务机构”、“全国AAA级信用律师事务所”。

Pembelajaran anak usia dini merupakan proses interaksi timbal balik antara anak, orangtua (lingkungan keluarga) dan guru untuk menstimulus perkembangan anak. Pengalaman interaksi yang dilakukan secara langsung sangat penting bagi proses berfikir dan perkembangan anak.

Menurut Vygotsky?dalam?Morrison (2012), perkembangan didukung oleh interaksi sosial,?“Proses belajar membangkitkan beragam proses perkembangan yang dapat terjadi, hanya ketika anak dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dan ketika anak berkerjasama dengan teman-temannya”.

Dalam proses pembelajaran, sudah seharusnya orangtua dan guru dapat memberikan fasilitas pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kebutuhan perkembangannya. Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda yang kadang-kadang tidak terukur dengan tingkat usianya dan memiliki karakteristik yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lain. Pada umumnya karakteristik anak usia dini adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar
  2. Merupakan pribadi yang unik
  3. Suka berfantasi dan berimajinasi
  4. Masa yang sangat potensial untuk belajar banyak hal
  5. Memiliki sikap egosentris
  6. Memiliki rentan daya konsentrasi yang relative pendek
  7. Suka mencoba dan meniru

Untuk itu, agar perkembangan anak tercapai secara optimal maka dibutuhkan proses pembelajaran yang dapat menstimulasi semua potensi kecerdasan anak. Dewasa ini banyak sekali model dan metode pembelajaran anak usia dini (TK) yang sesuai dan ramah untuk perkembangan anak. Tetapi tidak ada salahnya jika kita mencoba memberikan pengalaman belajar yang berbeda dengan proses pembelajaran TK pada umumnya.

Pada proses pembelajarannya, TK Al-Jannah menggunakan metode fun learning dengan? pendekatan IAS (yaitu Islam, Alam dan Sains) sesuai dengan icon Sekolah Al-Jannah. Konsep IAS ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia dini.

Lalu, apa yang dimaksud dengan IAS TK Al-Jannah itu?

Pembelajaran IAS TK Al-Jannah merupakan implementasi dari ketiga unggulan Sekolah Al-Jannah yaitu Islam Alam dan Sains. Berpijak pada ketiga unggulan tersebut, maka kurikulum dan kegiatan-kegiatan pembelajarannya juga berfokus pada nilai-nilai Islam, Alam dan Sains. Dengan demikian, TK Al-Jannah mengimplementasikan kurikulum Pendidikan Nasional yang dimodifikasi dengan kurikulum khas Al-Jannah. Berbeda dengan kurikulum TK pada umumnya.

Adapun yang dimaksud dengan IAS adalah konsep pembelajaran yang aplikatif dengan kehidupan anak. Selama proses KBM, dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun, dikorelasikan dengan Islam, Alam dan Sains, dan sebisa mungkin ditarik benang merah dari tiga konsep tersebut. Pada proses pelaksanaannya, TK Al-Jannah mengadakan IAS Class, dan didukung dengan kegiatan-kegiatan lain di antaranya; Friday Fun Science, IAS Day dan enviro yang bekerjasama dengan Divisi Sains.

IAS Class merupakan kelas untuk menyelenggarakan proses pembelajaran yang mengacu kepada tiga icon Sekolah Al-Jannah yaitu, Islam, Alam dan Sains. Teknik putarannya dengan? mooving class, yang terdiri dari tiga kelas di setiap level (untuk level TK B dan PG-TK A). Untuk TK B, putarannya adalah Islamic Class, Nature Class dan Science Class. Sedangkan untuk Play Group dan TK A, putarannya adalah; Islamic Class, Nature Class,? Science Class dan (plus) Preparation Class.

A. IAS Class, yang terdiri dari:

  1. Islamic Class, pada proses pembelajaran sehari-hari semua aktivitas pembelajaran, konsep, dan pemahaman dikorelasikan dengan nilai-nilai ke-Islaman. Dengan pola pembiasaan: agar terbiasa dengan kalimat thoyyibah; mengenal Allah melalui nama, ciptaan dan karunia-Nya; mengenal Rasul melalui sunnah dan hadits harian, serta doa harian; mengenal Al-Qur’an dengan menghafal surat, belajar Iqra’, dan asbabun nuzul; pembisaan ibadah dan penanaman akhlakul karimah.

    Di Islamic Class, anak mendapatkan pengalaman berlajar dari berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan ke-Islaman. Banyak kegiatan yang dieksplor di kelas ini, di antaranya: mengenal rukun iman dan rukun islam; belajar berwudhu, shalat, dan shiroh nabawi; mengenal huruf hijaiyyah, angka dan nama benda dengan Bahasa Arab; mengenal nama-nama Nabi dan Malaikat; dan melakukan games yang bermuatan ke-Islaman.

  2. Nature Class, merupakan kelas pembelajaran nilai-nilai yang berhubungan dengan alam. Di antaranya dengan melatih kemandirian, konsep diri, sosial emosional, tanggung jawab, komunikasi, keberanian (mencoba, tampil, bertanya, menyampaikan keinginan dan perasaan), bekerjasama, bersabar, berbagi dan belajar menyelesaikan masalah.

    Selain itu, pengembangan kemampuan anak di bidang ke-alaman juga ditujukan untuk mengasah kemampuan di bidang motorik kasar. Kegiatan-kegiatannya diselenggarakan dalam bentuk permainan yang menyenangkan bagi anak. Contoh jenis kegiatannya antara lain; games, halang rintang, permainan bola, climbing, lari, jalan, estafet, tyre bridge, moving water (ball, marbles), entering rings, basket, hula hup, dan sebagainya. Media kegiatan dipilih yang mudah dan ramah bagi anak dan lingkungan, serta menggunakan alat yang terdekat dengan keseharian anak.

  3. Science Class, di kelas ini pada setiap kegiatan pembelajaran guru mempersiapkan pengalaman dengan mengeksplor pengetahuan dengan metode eksperimen, mengamati, mencoba hal baru, mengenal, memahami, mengkalsifikasi, mengidentifikasi, mengasah daya nalar dan imajinasi. Selain belajar berbagai hal terkait dengan sains, di kelas ini anak juga belajar penguatan bahasa sekaligus memperkuat perkembangan motorik halus.

    Adapun contoh kegiatan yang dapat dilakukan di kelas sains adalah mencampur warna, menumbuk, membentuk, mengaduk, mencetak, melukis, mengecat, merobek, menggunting, meremas, mencuci, mengukur, menimbang, mengocok, mencocok, mengarsir, menyemprot, menyiram, menanam, panen, mengelompokkan, menjiplak, menjahit dan memasak sederhana.

  1. Preparation Class, merupakan kelas yang memberikan pengalaman belajar anak yang berkaitan dengan keaksaraan dan mengenalkan aturan dalam mempersiapkan keterampilan membaca dan menulis, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan menggunakan alat permainan edukatif.

    Selain kemampuan akademik yang dikembangkan dalam kelas ini, kemampuan sosial emosional anak juga diperkuat melalui kegiatan main peran dan bekerjasama dalam menyelesaikan proyek di bidang karya seni sesuai dengan perkembangannya.

B. Friday Fun Science

Adalah kegiatan yang dilaksanakan 1 kali dalam satu bulan di hari Jum’at ke 4. Friday fun science berisi kegiatan bersama bergabung semua level untuk melakukan aktivitas making product atau eksperiment sederhana baik secara kelompok maupun individu yang sebelumnya anak-anak diberi penguatan konsep terkait dengan sains. Biasanya content dari kegiatan ini menyesuaikan dengan tema belajar pada bulan berjalan.

C. IAS Day

Pelaksanaan IAS Day berlangsung sebulan sekali, selama 2-3 jam, dan secara outdoor. Lokasinya di area Al-Jannah dengan seluruh fasilitasnya yang ada. IAS Day merupakan kegiatan penunjang untuk? penguatan konsep IAS yang telah dilaksanakan di kelas IAS sekaligus melatih life skills anak. Kegiatan IAS disesuaikan dengan tema belajar agar tetap berkesinambungan dengan KBM Harian.

D. Enviro

Kegiatan Enviro adalah kegiatan yang digagas oleh Divisi Sains sebagai proses pembiasaan anak agar peduli dengan lingkungan, menjaga dan merawat lingkungan sekitar, sesuai dengan usia dan pemahaman anak. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan pada hari kamis pekan ke-2.